Hiruk Pikuk ruang dansa..
gemerlap disko membuai hati..
jeans mini merengkuh paha putih bersih,
alunan cinta bergelora di pojok sendu.
Rindu kami tarian perang.
pedang bergoyang di atas lengan.
batik tenun jiwa yang lapang elok berkilau.
lagu nenek moyang terdengar.
sejuk kurasa himbauan luka,
perih pedih pertiwi menangis durja.
mengayuh perahu negeri melintas senja..
Oh... Ibu... maafkan kami atas perihmu,
ampuni kami tak dengar jeritanmu.
budaya kami tlah mati..
budaya kami tak dihargai..
kami pembunuh budaya pertiwi..
berkabunglah kawan..
berjuanglah saudara...
demi menyelamatkan budaya kita...
Budaya Bangsa Indonesia..
Shakti Putra Aria Yuda
Surabaya, 13 - 08 - 08
www.ragnacats.co.nr
Wednesday, August 13, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






4 komentar:
kereeeeeeeeeeeeennnn!!
setuju banget bahwa belakangan ini kaum muda kurang menghargai budaya negeri sendiri...ketika avatar lebih dihargai dari wayang atau cerita rakyat, ketika mcdonal lebih dikenal dari kue getuk atau arem2, ketika jins mini (dianggap) lebih prestigius dari batik atau kebaya. jika bukan kita, lalu siapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa. kita bisa tereak2 bahwa malaysia adalah maling asia, tapi apakah kita juga telah cukup usaha untuk menghargai dan melestarikan budaya kita sendiri?
he em....myedihkan bgt emang...
selamat ulang tahun INDONESIA
selamat ulang tahun INDONESIA
Post a Comment