Wednesday, September 17, 2008

First Consult (Love is Blind) Part.2

Setelah jadian.

Aldo diberikan beberapa kewajiban yang harus dituruti.

1. Harus merahasiakan hubungan mereka selama 1 bulan.

2. Harus selalu ada saat dia maw les en pulang les di primagama.

3. kalo maw ngapel gak boleh selain ari sabtu malem.

CInta bersemi otak gak berjalan semestinya. Aldo berusaha memenuhi semuanya dengan lancar. Saat disekolah ketika bertemu mereka udah seperti gak ada hubungan. tapi sepulang sekolah mulai dah sms-an. hidup serasa Indah buat aldo. (entah buat misa gimana).

3 bulan dah lewat.

Aldo selalu setia menunggu misa di tempat lesnya walau hujanpun tetep dipaksakan datang pake jas ujan. (how romantic..).

Semakin hari kejanggalan semakin timbul. Aldo selalu menepis semua pikiran negatifnya dengan senyuman. Terlintas di benak Aldo bahwa tiap hari dia menunggu di tempat les Misa tetapi tidak mau di jemput dan diantar. dia selalu memilih di antar jemput dengan teman cowoknya yang lain. dengn senyuman Misa pulang dengan pria lain tepat di depan Aldo. Pria tolol inipun tetap tersenyum.

Pada hari rabu tepatnya tanggal .... (wah aku lupa)

Aldo bersama temen cowoknya pergi ke rumah pacar temannya tersebut. setelah ngobrol lama tiba2 Aldo ngerasa ingin pergi kerumah Misa. kebetulan jarak rumahnya tidak begitu jauh. Iseng di jalan membeli bakso kesukaan Misa. "pasti misa gak marah saya dateng ari rabu" pikir Aldo.

Sesampainya di sana Aldo merasa aneh karena ruang depan rumah Misa lampunya menyala. gak biasanya. ketika dia mendekat kontan jantung Aldo berdegup kencang. dan bakso yang dia bawah jatuh. (kayak di sinetron aje nich hehehe).

dia melihat Misa duduk di sebelah cowk yang gak dia kenal sambil cubit-cubitan dan ketawa ketiwi. entah kenapa Misa sadar dan langsung menghampiri Aldo.

"do, kok kamu kesini? khan janjinya..."

"siapa dia?" ujar Aldo

"temen kok bukan siapa-siapa"

"ho....." hela Aldo. dengan berat hati dia memaksakan diri untuk mempercayainya dan pergi.

kemudian hari-hari berjalan seperti biasa.

Aldo bersikukuh mempertahankan Misa sampai akhirnya genap 1 tahun dan Misa lulus SMA. Misa akan melanjutkan ke ******

Jauh2 hari Aldo udah menyisihkan uang jajannya. dan memblikannya sebuah cincin perak putih mengkilap. dan di berikannya ke Misa seminggu sebelum keberangkatannya. MIsa terlihat bahagian dan mencium kening Aldo. Betapa bahagianya dia. akhirnya hari keberangkatan pun tiba. Aldo menyempatkan diri ke rumah Misa. di sana Misa malah menyuruhnya tidak usah mengantar karna dia sibuk. Aldo pun mohon diri. sesaat sebelum pergi Aldo memandanginya dari jauh.

dalam pandangan Misa tidak ada bayangan Aldo. di jemarinya tidak terpasang cincin pemberian Aldo.

2 bulan berlalu.

Aldo tidak pernah mendapatkan balasan sms dari Misa.

Akhirnya dii kembali berkonsultasi kepadaku.

"Coba putusin dia!" ujarku.

"HAH???? GILA KAMU YACH????"

"kalo dia memang cinta kamu pasti dia akan menolak putusanmu, setidaknya dia menanyakan alasan kamu memutuskannya"

Aldo termenung dan akhirnya mohon diri.

1 bulan berikutnya dia kembali datang dan berkata.

"Aku akan mencobanya"

sambil menunjukan sms padaku dari Misa.

"Do, Aku sibuk. kamu jangan ganggu terus dengan sms mu yang memuakkan itu"

"what a girl..." pikirku.

malam harinya Aldo dengan berat hati mengirimkan sms yang berisi.

"misa, sebaiknya kita bubar aja yach semoga kamu bisa bahagia disana tanpa aku"

Aldo berdoa semoga Misa menolak putusannya.

tidak sampai 1 menit sms balasan pun datang.

"iya do, semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baek dari aku"

kisah cinta 1 tahun berakhir dalam 1 menit.

setetes aer mata meluncur dari kelopak mata Aldo.

Pria yang gak pernah sekalipun menangis akhirnya menangis juga.

CInta pertama yang tidak terlupakan.

HAri itu, adalah hari dimana mereka jadian.

keesokan harinya Aldo datangm kerumah dan langsung menghadiahiku tinju di wajah. Aku terdiam (bukan gak berani balas... tapi emang gak ada alasan untuk membalas).

"kalau kamu tidak memberikan ide bodoh seperti itu aku gak akan seperti sekarang ini" teriaknya nyaring sampai sempat membuatku diinterogasi nyokap setelahnya.

"dia menerimanya?"

"iya... dan tanpa ragu"

"Buat apa kamu pertahanin dia? dia hanya buat hidup kamu rusak. dia tidak ada disaat kamu susah, dia tidak membelaimu saat kamu sedih, dia tidak menegurmu saat kamu salah"

Aldo termenung, dan aku pun terus berbicara.
"mungkin sekarang emang sakit tapi kalau kau tetap mempertahankannya kau bakal lebih sakit lagi, liat dari segi positifnya. kalo kamu emang cinta ma dia biarin dia sendiri. mungkin dengan begitu dia lebih bahagia. kamu tidak bisa khan menemaninya disana? jikalau tetap terikat denganmu dia akan terus sendiri (walau aku gak yakin sekarang dia sendiri)."

Aldo menatapku dan tersenyum.

"Thanx ya, kamu emang yang terbaik. mungkin aku akan tetap mencintainya dari belakang"

Akupun tersenyun dan dia mohon diri. setahun dia menutup matanya demi cinta seorang gadis tolol. well.... moga ajah misa gak baca nich. huwahahaha....

Case Closed!!

No comments: